Mamamama

Loading...

Mamamama

Register

Frekuensi Konsumsi Susu Bagi Bayi, Balita dan Anak Kamu

Frekuensi konsumsi susu
bagi balita dapat bervariasi tergantung pada usia, preferensi makanan, dan kebutuhan nutrisi mereka. Berikut adalah beberapa panduan umumnya:

 

1. ASI atau Susu Formula (Usia 0-12 Bulan):

Selama tahun pertama kehidupan, ASI atau susu formula bayi harus menjadi sumber utama nutrisi bagi bayi. Biasanya, bayi mengonsumsi ASI atau susu formula setiap 2-3 jam pada bulan-bulan awal, secara perlahan beralih ke interval yang lebih lama seiring bertambahnya usia dan mulai makan makanan padat.

 

2. Susu Sapi Utuh (Usia 1-2 Tahun):

Setelah tahun pertama, balita dapat beralih dari ASI atau susu formula ke susu sapi utuh. Susu sapi utuh direkomendasikan untuk anak-anak usia 1 hingga 2 tahun karena mengandung lemak dan kalori penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak. Biasanya, balita pada kelompok usia ini mengonsumsi sekitar 2-3 gelas (16-24 ons) susu sapi utuh per hari.

 

3. Susu Rendah Lemak (Usia 2-5 Tahun):

Mulai dari usia 2 hingga 5 tahun, anak-anak dapat secara perlahan beralih ke susu rendah lemak (2%) atau susu rendah lemak (1%) jika mereka mengonsumsi diet seimbang dan tidak kelebihan berat badan. American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar anak-anak pada kelompok usia ini mengonsumsi sekitar 2-2,5 gelas (16-20 ons) susu per hari.

 

4. Variabilitas Diet:

Penting untuk dicatat bahwa kebutuhan diet dapat bervariasi di antara balita. Beberapa anak mungkin intoleran terhadap laktosa, memiliki alergi susu, atau mengikuti diet vegetarian atau vegan. Dalam kasus tersebut, orang tua harus berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan atau ahli gizi terdaftar untuk memastikan anak mereka menerima alternatif susu yang sesuai, seperti susu nabati yang diperkaya (misalnya, susu almond, susu kedelai) atau makanan kaya kalsium.

 

5. Kebutuhan Makanan Yang Beragam:

Meskipun susu merupakan sumber kalsium dan vitamin D yang berharga, ini bukan satu-satunya cara bagi balita untuk mendapatkan nutrisi tersebut. Diet seimbang yang mencakup berbagai makanan seperti yogurt, keju, sayuran hijau, sereal yang diperkaya, dan ikan juga dapat menyediakan nutrisi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan.

 

6. Hidrasi:

Selain susu, balita juga sebaiknya minum air sepanjang hari untuk tetap terhidrasi. Dorong anak Anda untuk minum air bersama makanan dan di antara camilan untuk mencegah dehidrasi.

Pada akhirnya, jumlah susu yang dibutuhkan oleh balita Anda dapat bervariasi berdasarkan pertumbuhan, kebiasaan makan, dan pertimbangan diet khusus mereka. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli gizi terdaftar untuk menentukan asupan susu yang paling sesuai untuk kebutuhan unik anak Anda.

(Sumber:

https://www.healthline.com/health/childrens-health/how-much-milk-should-a-toddler-drink )